Apa yang paling menarik, selain mengetahui sebuah kisah. Saat kita kecil, kita pasti sangat bersemangat jika orang tua mulai menceritakan sebuah dongeng. Atau bagi generasi 90an, pasti tidak pernah mau melewatkan hari minggu mereka bersama kartun-kartun kesayangan. Kartun-kartun itu menyuguhkan beragam cerita dengan visual yang penuh dengan warna. Apa yang coba diupayakan oleh orang tua memberitahukan sebuah dongeng, dan apa yang disuguhkan televisi di hari minggu itulah disebut dengan story telling.

Story diambil dari bahasa inggris yang artinya cerita. Tell adalah sebuah kata kerja dalam bahasa Inggris yang artinya memberi tahu. Sehingga arti storytelling sendiri adalah bercerita atau menyampaikan cerita. Di Indonesia, istilah storytelling kerap digunakan dalam pelajaran bahasa Inggris, untuk melatih para pembelajar mempelajari bahasa Inggris melalu teknik bercerita. Story telling kerap digunakan secara kovensional, yaitu seorang storyteller (pencerita) menyampaikan cerita dengan gaya intonasi, mimik, dan media bantu lainnya untuk menarik pendengar.
Jadi, story telling hanyalah sebuah upaya bercerita. Lantas bagaimana menyampaikan cerita itu tentu memiliki banyak jalan. Tetapi inti dari bercerita tentu saja menyampaikan sesuatu agar orang yang kita sampaikan cerita ini memahami maksud dari tujuan kita. Sehingga tentu saja dalam cerita memuat sesuatu yang dapat sampai kepada si penerima cerita.
Karena storytelling ini adalah upaya bercerita, dia kerap digunakan untuk menyisipkan apapun, tergantung orang yang menggunakan medianya. Dalam dunia pengajaran, storytelling digunakan agar pembelajar memahami materi yang akan diberikan. Dalam dunia penulisan seperti novel atau cerpen, si penulis berusaha menyisipkan pesan moral melalui karakter yang diciptakannya. Dalam dunia perfiliman pun sebenarnya tidak sekedar dilakukan untuk menghibur. Banyak rumah produksi yang memiliki visi misi dalam produksi film mereka. Pada setiap film, mereka tentu berusaha menanamkan nilai-nilai dari cerita mereka melalui visualisasi karakter yang ada.
Steve Job sendiri menyampaikan, bahwa orang yang paling berpengaruh di dunia adalah seorang pencerita. Pencerita menetapkan visi, nilai dan agenda dari sluruh generasi yang akan datang. Semua itu tersampaikan dalam sebuah jawaban di sebuah platform quora yang diulas oleh
Thomas Higbey.
Saya bekerja di NeXT pada musim panas
tahun 1994. Saya berada di ruang istirahat dengan 2 rekan kerja ketika Jobs masuk
dan mulai membuat bagel. Kami sedang duduk di meja makan saat dia tiba-tiba
bertanya kepada kami, "Siapa orang yang paling kuat di dunia?"
Saya
mengatakan Mandela karena saya baru saja berada di sana sebagai pengamat Internasional untuk pemilu. Dengan gaya percaya diri dia berkata, "TIDAK! Kalian semua salah. Orang yang paling kuat di dunia adalah storyteller."
Pada titik ini saya berpikir sendiri "Steve, saya
mencintaimu tetapi ada garis tipis antara jenius dan loco .. dan saya pikir
saya menyaksikan ini sekarang".
Steve melanjutkan, “Storyteller menetapkan
visi, nilai, dan agenda dari seluruh generasi yang akan datang dan Disney
memiliki monopoli dalam bisnis storyteller. Kamu tahu apa? Saya bosan dengan
omong kosong itu, saya akan menjadi storyteller berikutnya” dan dia berjalan
keluar dengan bagelnya.
Ya. Siapa yang tidak tahu Disney dengan dongeng, film-film animasi yang diproduksinya. jika kita mengamati dengan seksama, di dalam cerita yang diproduksi oleh Disney selalu ada visi dan nilai yang hendak disampaikan. Dalam film Frozen misalnya. Disney berusaha menanamkan bagaimana sebuah kekuatan dapat menjadi malapetaka, dan mengajarkan kita untuk mampu mengendalikannya lewat sosok Elsa.
Dewasa ini storytelling pun juga tengah digunakan para pebisnis untuk memengaruhi konsumen agar tertarik membeli produknya. Melalui iklan dengan teknik storytelling, para pebisnis memperkenalkan produk mereka dan secara halus menyisipkan misi untuk membuat kita menggunakan produk-produk yang mereka hasilkan.
Dengan demikian, jika kita memiliki misi dalam dunia, bercerita adalah metode bagus untuk menyisipkan tujuan kita di dunia.
Jadi, apa yang ingin Anda sampaikan?
Komentar
Posting Komentar