Bagian dari hidup kita adalah cerita.
Tanpa kita sadari setiap hari kita bercerita, kepada siapapun yang ada di sekitar kita. Kita memberitahu apa yang kita alami, dan dirasa penting untuk disampaikan. Kita lalu mengatakan apa yang dirasakan, berharap bahwa si pendengar mampu memberikan empati yang kita butuhkan.
Lalu, mengapa kita membaca maupun mendengarkan cerita?
Ketika saya terlihat begitu mencintai fiksi, saya tidak luput mendapat cibiran. Kisah fiksi kerap dikatakan sebagai kisah khayalan bagi sebagian orang. Novel, dongeng dianggap tidak lebih penting dari buku-buku pelajaran sekolah yang sangat membosankan. Kisah fiksi maupun dongeng juga seperti dianggap sebagai pelarian dari realitas. Terdengar seperti tidak begitu bermanfaat. Tetapi, apakah benar-benar demikian?
Nyatanya, membaca cerita, apapun bentuknya. Entah itu cerita pendek, fiksi atau pun nyata, film, cerita fabel, cerita dongeng merupakan realitas yang penting bagi kehidupan manusia. Semua itu adalah penghubung antar manusia. Manusia menyuguhkan cerita untuk memberikan pesan moral yang dapat dipelajari manusia lainnya.
Sebagai pembaca, kita membaca cerita untuk dapat merasakan dunia lain yang tidak kita rasakan. Ketika kita terlibat dalam cerita yang kita baca, kita seperti tengah merasakan pengalaman orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Kita ingin terlibat secara emosinal di dalamnya. Rasa peduli, senang, takut, bahagia. Semua itu akan mampu membentuk rasa empati pada diri kita. Saat kita melihat banyak persefektif di dalam setiap cerita, kita pun mampu untuk berpikir secara bijaksana.
Dengan demikian, kita pun telah mengerti betapa pentingnya sebuah cerita ini disuguhkan. Orson Scott Card dalam bukunya yang berjudul "Penokohan dan Sudut Pandang" menyatakan pentingnya mengingat dengan benar apa sebenarnya tujuan dari menulis cerita. Tujuan menulis cerita adalah mengubah manusia, dengan menyisipkan cerita dalam ingatan mereka, membuat dunia lebih baik, dengan cara menghadapkan orang dengan realitas, atau memberi mereka visi tentang harapan, atau dalam bentuk apapun berupa kejujuran, kebenaran.
Ya, benar. Cerita sebenarnya adalah suguhan realitas yang dikemas dengan berbagai jenis dan media untuk mampu untuk mengubah manusia dan dunia lebih baik. Sungguh pun itu jika dia dalam bentuk fiksi (novel, cerpen, dongeng).
Di dunia ini kita mengakses begitu banyak data, menerima berbagai informasi. Suguhan dalam bentuk cerita, akan mampu menguraikan informasi kompleks yang barangkali tidak dapat diangkakan, sebab hanya mampu dirasakan.
Ketika kita ingin menyelesaikan sebuah masalah, kita perlu mencari banyak informasi, lalu dari sana menentukan langkah penyelesaiannya. Tetapi, jika kita ingin hidup dengan baik, kita sangat memerlukan sebuah cerita untuk dicerna, dipelajari, dan dirasakan.
Jadi, apakah cerita yang sangat berpengaruh pada hidup kita? Lantas mampukan kita mengembalikan tujuan kita dari menulis cerita? Memberikan pelajaran sebanyak-banyaknya untuk dunia yang lebih baik.

Komentar
Posting Komentar