Betapa membosankannya hidup bersama angka. Itulah yang saya rasakan. Padahal selama 4 tahun di Universitas Brawijaya, saya menghabiskan waktu dengan belajar Statistika. Tiga tahun setelahnya, saya malah bekerja sebagai staf Pengembangan Program yang tugasnya adalah menagih laporan kerja, dan mengompilasinya menjadi sebuah laporan perkembangan dan capaian program. Bahkan pekerjaan saya di awal, malah lebih pada administrasi, karena saya harus memastikan akuntabilitas, serta transparansi dari organisasi. Saya harus mengawal semua yang kami kerjakan terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di departemen pengembangan program, saya membantu monitoring dan evaluasi dari program-program yang dijalankan. Sebagai organisasi gerakan lingkungan, program kami tentu adalah untuk melakukan upaya perubahan "sikap" dari para stakeholder, agar lingkungan hidup dapat lebih baik. Bagaimana mengukur pencapaian itu kami upayakan dalam laporan-laporan kerja kami. Entah itu berupa statistik, maupun berupa "outcome description", atau deskripsi pencapaian.
Pertanyaanya, bagaimana kami bisa menjelaskan perubahan-perubahan tersebut? Tadinya saya melakukan metode "Outcome Harvesting", yaitu memanen perubahan-perubahan yang terjadi pada aktor sosial. Aktor sosial ini adalah mereka yang terdampak atau pun diharapkan berubah baik itu pandangan atau perilaku. Dari sana kami bisa melihat berapa banyak perubahan yang terjadi, entah itu kecil atau mungkin perubahan yang besar yang kemudian kami deskripsikan dalam satu pargaraf perubahan.
Nah, story of change kemudian muncul sebagai bagian dari mengeksplorasi perubahan-perubahan yang sudah kami panen. Story of change ini juga dikenal dengan nama cerita perubahan. Inilah metode yang dirasa mampu untuk menguraikan kerumitan-kerumitan dari perubahan yang terjadi selama program dijalankan, yang barangkali tidak dapat dituliskan dalam angka statistik. Selain itu juga, story of change atau cerita perubahan diharapkan dapat memberi pengaruh, sehingga membuat capaian lebih efektif lagi.
Bagaimana bisa pembuatan cerita perubahan sebagai monitoring dan evaluasi program?
Jadi begini. Misalkan kalian memiliki sebuah pelatihan paralegal di sebuah desa. Hanya dengan melaporkan bahwa sekian masyarakat desa A telah mendapatkan pelatihan, tentu belum bisa dilihat sejauh mana dampak dari kegiatan tersebut. Oleh sebab itulah story of change dapat dijadikan media dalam menyampaikan serta melihat sejauh mana masyarakat mendapatkan manfaat dari pelatihan itu. Bisa saja setelah dari pelatihan paralegal, ada seorang masyarakat desa yang tadinya tidak tahu apa-apa, hingga mampu memimpin masyarakatnya memperjuangkan hak wilayah secara hukum.Ini bisa menjadi kisah inspiratif sekaligus menunjukkan pencapaian dari program yang selama ini dijalankan di wilayah tersebut.
Atau barangkali sebuah NGO telah melakukan pembangunan rumah hunian sementara bagi korban bencana alam. Dalam laporan, bisa saja disampaikan bahwa sekian rumah sudah terbangun. Pertanyaanya, apakah hunian tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, atau justru malah tidak dihuni sama sekali oleh masyarakat karena dirasa wilayahnya atau pun faktor lain yang menyebabkan masyarakat bertahan di tenda pengungsian. Nah, cerita perubahan dapat menjadi sebuah upaya untuk menguraikan kerumitan-kerumitan yang terjadi.
Bagaimana membuat cerita perubahan untuk monitoring program? Seperti halnya membuat cerita, kita perlu penggodokan ide. Berikut adalah poin-poin yang dapat diperhatikan dalam pembuatan cerita tersebut.
- Lihat kembali laporan-laporan program yang dibuat, dan bagaimana dampak dari program yang dijalankan. Dengan siapa dan untuk siapa dampak yang diinginkan "Siapa orang-orang ini dan seperti apa kehidupan mereka?"
- Apa dampak dari program yang telah kita kerjakan? Mungkin ada kisah seseorang yang dapat diceritakan yang terdampak dari program ini.
- Apakah ada kisah kegagalan, di mana kita mencoba menerapkan program dan itu tidak berhasil?
- Apakah ada karakter yang menginspirasi (seseorang) yang menjadi wajah program kita? Kita dapat berbicara dengan berbagai orang di tim dan organisasi : apa momen yang menonjol bagi mereka dari pekerjaan yang telah dilakukan dalam tahun-tahun menjalankan program?
Nah, sudah mendapatkan idenya? Jika sudah, lanjutkan dengan belajar cara membuat outlinenya. Setelah itu produksilah cerita perubahan program kalian.

Komentar
Posting Komentar